Jakarta - Pengamat Sosial dan Budaya Universitas Indoonesia, Devie Rahmawati menyatakan bahwa budaya masyarakat Indonesia dalam menghadapi lebaran tak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Bahkan cenderung lebih konsumtif.
Masyarakat Indonesia lebih berkaca kepada masyarakat berpendapatan tinggi dan status sosial menengah ke atas sehingga menjadi konsumtif.
“Budaya menghadapi lebaran belum ada perubahan, masih ada kesenjangan. Orang berstatus sosial tinggi menjadi
model. Masyarakat kita suka meniru,” katanya di Depok, Senin (5/8/13).
Menurut Devie, tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terlihat dari maraknya toko dan pusat perbelanjaan. Salah satunya yang sedang tren saat ini adalah toko hijab yang menjual baju muslim untuk kalangan atas. Untuk itu masyarakat Indonesia kadang rela berutang.
“Kartu kredit menjamur. Masyarakat diberikan kemudahan untuk berhutang agar bisa meniru kalangan atas. Bahkan barang dengan kualitas KW1 hingga KW3 diburu untuk sekedar memenuhi tren,” paparnya.
Dikatakan Devie, masyarakat Indonesia hanya memikirkan jangka pendek. Hanya untuk memenuhi penampilan yang wah, masyarakat rela untuk tidak menabung.
Oleh karena itu, tokoh masyarakat diharapkan mampu mengubah gaya hidup masyarakat melalui pendekatan personal. Ajakan untuk hidup sederhana atau mementingkan hal yang prioritas seperti pendidikan harus dilakukan. (*)

Posting Komentar