Home » » SBY Minta Menlu Marty Panggil Dubes Singapura dan Korsel Soal Bantu AS Menyadap

SBY Minta Menlu Marty Panggil Dubes Singapura dan Korsel Soal Bantu AS Menyadap

Written By admin on Selasa, 26 November 2013 | 17.21

Presiden SBY
LIBASS - Jakarta, Dua Negara sahabat yaitu, Singapura dan Korea Selatan. Dilaporkan membantu penyadapan Amerika Serikat (AS) dan Australia di Asia. Negara yang disasar selain Malaysia, juga Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memanggil dubes dari kedua negara sahabat itu.

"Satu hal, satu isu yang juga berkaitan dengan yang saya sampaikan tadi, saya mendengar dari Saudara-saudara kalangan pers dan kalangan pers yang ingin tahu, yang ingin mendengar tentang respons saya yaitu berkaitan dengan dugaan kedua negara yaitu Singapura, tetangga dan sahabat negara Asia, dan juga Korsel, salah satu sahabat Indonesia, yang membantu Australia dan AS yang membantu penyadapan komunikasi bawah laut dengan negara lain. Meskipun tidak spesifik di Indonesia, tetapi Asia," ungkap Presiden SBY.

Hal itu disampaikan SBY dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2013) pukul 18.15 WIB.

"Terhadap itu saya sudah menginstruksikan kepada Menlu untuk mendiskusikan kepada dubes negara-negara sahabat itu. Itu yang bisa saya respons melalui berita," tegas SBY usai memimpin rapat kabinet terbatas membahas Gunung Sinabung dan surat penjelasan PM Tony Abbott.

Sementara juru bicara Presiden SBY bidang luar negeri Teuku Faizasyah usai jumpa pers mengatakan, "Kita akan minta keterangan Dubes Korsel dan Singapura di Indonesia."

Keterangan Faiz diperkuat oleh juru bicara Presiden SBY bidang dalam negeri Julian Aldrin Pasha, "Akan meminta keterangan dubes mereka yang ada di sini. Belum ada rencana meminta keterangan dari dubes kita yang ada di dua negara tersebut."

Singapura dan Korea Selatan membantu Amerika Serikat dan Australia menyadap komunikasi di seluruh Asia, menurut laporan media yang mengutip dokumen yang dibocorkan.


Malaysia dan Indonesia menjadi target selama puluhan tahun, lapor harian Australia Sydney Morning Herarld (SMH). SMH melaporkan bahwa Singapura dan Korea Selatan membantu AS menyadap dengan menggunakan kabel serat optik di bawah laut.

Laporan itu mengangkat peta yang dibocorkan oleh Edward Snowden dan diterbitkan surat kabar Belanda NRC Handelsblad. Peta itu menunjukkan jaringan di bawah laut untuk menyadap komunikasi.

Singapura disebut sebagai salah satu lokasi tempat informasi penyadapan dapat diakses. SMH melaporkan Australia dan Singapura bekerja sama untuk mengumpulkan informasi intelijen tentang Indonesia dan Malaysia sejak tahun 1970-an.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. LIBASS Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger