- See more at: http://kimzaqi.blogspot.com/2012/08/cara-membuat-content-slider-image.html#sthash.DGJ5jSdE.dpuf
Latest Post

Sampai Kapan Tukang Galian Kabel Bisa Seenaknya Merusak Trotoar?

Written By admin on Senin, 27 Januari 2014 | 17.47

Aliman Aat 
LIBASS - Pekerja galian kabel menjadi musuh kota. Mereka merusak trotoar dan jalan seenaknya. Selesai pekerjaan, mereka cuek saja tak memperbaiki seperti semula. Tanpa rasa bersalah!

"Ini perusakan fasilitas negara," kata anggota Komisi D Aliman Aat saat berbincang dengan detikcom, Senin kemarin.

Ucapan Aliman ini sejalan dengan apa yang disampaikan Wagub DKI Basuki T Purnama. Bahkan Ahok bersikap lebih keras, dia meminta agar kontraktor yang melakukan galian kabel dipidana karena merusak fasilitas Pemda.

"Sudah bagus, digali, dijebolin lagi. Gak dibalikin lagi. Dibalikinnya asal-asalan. Kontraktor juga sama, perbaikan jalan sudah ditumpukin pembatas jalan dibiarkan saja," jelas Ahok.

Entah apa yang ada di kepala para kepala proyek galian kabel itu. Apa mereka tak merasa merusak fasilitas umum? Apa mereka tak merasa bersalah ketika menggali dan tak memperbaiki lagi?

Boleh ditengok, di trotoar atau di jalan saja misalnya, berapa banyak yang sudah menjadi korban karena terperosok lubang galian kabel? Berapa banyak pejalan kaki yang terpaksa turun ke jalan menghindari lubang galian kemudian terserempet kendaraan?

Tak sedikit pembaca detikcom yang menyampaikan surat elektronik ke redaksi@detik.com mengeluh soal galian kabel itu. Tak hanya di Jakarta, di Depok, Bekasi, dan Bogor para tukang galian kabel meninggalkan begitu saja pekerjaannya.

Sampai kapan mereka bisa berbuat seenaknya, merusak Trotoar?

Lamborghini, Ferrari, Bentley Dan 17 Kendaraan lainnya di Sita KPK

Kendaraan yang di sita KPK, milik TCW
LIBASS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Senin malam kemarin melakukan penyitaan terhadap aset-aset milik Tubagus Chaeri Wardana. Untuk sementara ini, total 17 mobil sudah dikandangkan oleh penyidik.

"Sementara ini yang berhasil disita berupa 17 kendaraan," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kepada detikcom, Selasa (28/1/2014).

Dari 17 kendaraan tersebut, termasuk di antaranya berupa sejumlah mobil mewah. "Seperti Lamborghini, Ferrari, Bentley dan Roll Royce," ujar Bambang.

Sedangkan mobil-mobil lainnya antara lain: Dua buah Pajero, BMW, Honda Freed, 3 Innova, Avanza, Ford Fiesta dan Fortuner.

Dari rumah di Jl Denpasar, penyidik menyita tiga mobil mewah: Nissan GTR warna putih B 888 GAW, Lexus B 888 ARD dan Land Cruiser B 888 TCW. Ada juga Harley Davidson.

Mobil-mobil tersebut didapatkan sejumlah lokasi penggeledahan. Berikut lokasi-lokasi penggeledahan itu.

1. Rumah TCW - Jl Denpasar IV No. 35 Jaksel dan Jl Denpasar II No. 43 Jaksel
2. Rumah Dinas Walkot Tangsel- Jl Sutera Narada V No.16 Alam Sutera - Tangsel
3. Rumah Yayah Rodiah - Kompleks Grand Serang Asri Blok A3-4, Cipocok Jaya-Serang-Kompleks Griya Serang Asri K5 No.7 Serang - Banten.
4. Rumah Dadang Prijatna Taman Graha Asri Blok H5-9, Serang-Banten.
5. Rumah Dadang Sumpena Taman Graha Asri Blok CC5 no 13.


JK: Konstelasi 2014 di Tangan Ketum PDIP Megawati




Mantan Wapres J K
LIBASS - Mantan ketua umum Partai Golkar, Jusuf Kalla mengatakan konstelasi politik 2014 berada di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

JK melihat dalam semua survei, hampir dipastikan PDI Perjuangan unggul. Parpol berlambang banteng moncong putih itu mendapat keuntungan karena faktor Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Selain itu, pemerintahan sekarang yang dianggap tidak berhasil akan menaikkan pamor partai oposisi. PDI Perjuangan mempunyai peluang besar untuk terpilih kembali di Pemilu 2019 jika bagus dalam pemerintahan.

"Hasil survei boleh sama, tapi penentu konstelasi pada 2014 ini Bu Mega. Bukan Golkar, Demokrat dan Gerindra," katanya dalam siaran tertulis, Senin (27/1).

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga memprediksi hanya ada maksimal tiga calon presiden di Pilpres 2014. Partai-partai menengah hanya akan ikut arus koalisi.

Mahfud MD Dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri


Mantan Ketua MK

LIBASS - Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Mahfud dilaporkan Ahmad Jazuli Abdillah, mantan juru bicara pasangan Pilkada Banten, Wahidin Halim-Irna Narulita, atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Kami melaporkan Mahfud MD atas dugaan pidana pencemaran nama baik atau fitnah yang dilakukannya terhadap Jazuli," kata Kuasa Hukum Jazuli, Andi Syafrani, saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/1).

Andi menjelaskan, tuduhan pencemaran itu ketika Mahfud MD mengisi acara di Al-Azhar, Jakarta Selatan yang melontarkan kata-kata yang dinilai kurang pantas dan tidak beretika.

Ketua Dewan Syuro PBB Yusril: Surya Paloh Mirip Kaum Fasis

Written By admin on Sabtu, 25 Januari 2014 | 03.55

 Yusril Ihza Mahendra 
LIBASS - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengkritik sikap pendiri Partai Nasional Demokrat Surya Paloh yang meminta presiden untuk mencegah Yusril menggugat Undang-Undang Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). 
Pakar hukum tata negara ini pun menyebut Surya Paloh seperti kaum fasis. "Lihatlah cara SP menghambat langkah saya. Caranya mirip kaum Facist yang halalkan segala cara untuk capai tujuan,"ujar Yusril lewat akun twitter resmi @Yusrilihza_Mhd, Selasa (21/1).
Menurutnya, Surya Paloh telah mendesak SBY untuk memanggil Ketua MK Hamdan Zoelva agar menolak permohonan uji materi. Alasannya, untuk mencegah kekacauan di negara ini. 
"Orang model SP ini belum jadi presiden aja sudah tunjukkan gaya seorang diktator,"jelasnya. Dia pun mengungkap, sikap pemilik Media Grup tersebut sudah menginjak-injak UUD'45 karena telah menyuruh presiden untuk mengintervensi lembaga peradilan tertinggi sekelas MK. 
Kemarin, Surya Paloh mengeluarkan pernyataan agar MK bersikap bijak dan melihat kepentingan bangsa yang lebih besar terkait dengan uji materi UU Pilpres. Menurutnya, tahapan dan jadwal pemilu akan terganggu jika gugatan tersebut dikabulkan.

Capt. Arifin: Penyebab KM Sahabat Tenggelam di Kepulauan Seribu Belum Diketahui

Bangkai KM Sahabat


LIBASS - Satu dari 130 penumpang Kapal Motor (KM) Sahabat yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu, tepatnya 22 mil laut dari Pelabuhan Tanjung Priok mengalami luka ringan sementara yang lainnya selamat.

Menurut Capt Arifin S, selaku kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, mengatakan jumlah penumpang yang terdaftar di manifes, sekitar 150 penumpang. “ Bahkan Bisa lebih,” Imbuhnya.  Menurut Capt. Arifin S, penyebab tenggelamnya kapal tersebut belum diketahui.

"Banyak yang mengalami luka, namun lukanya tidak terlalu parah sehingga langsung ditangani begitu berhasil dievakuasi. Seluruh penumpangnya selamat dan dievakuasi melalui Dermaga Marunda, Jakarta Utara," kata petugas piket Polisi Perairan Polda Metro Jaya Briptu Anton Yuwono saat dihubungi Wartawan LIBASS di Jakarta, Rabu dini hari.

Anton mengatakan evakuasi korban dari lokasi tenggelamnya kapal pada koordinat 05? 45' 07" LS dan 107? 02' 05" BT dekat dengan lokasi pengeboran minyak, dilakukan oleh "tugboat" Sentosa dan "supply vessel" Gagak.

Kapal Sentosa mengevakuasi 40 orang dan Kapal Gagak membawa 90 orang.

Menurut dia, KM Sahabat berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa (21/1) pukul 10.00 WIB dan tenggelam pukul 12.20 WIB. (RML)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. LIBASS Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger